CACAR AIR atau VARICELLA

*Tulisan dr Farian Sakinah(diambil dari milis sehat)

Varicella pada anak umumnya perjalanan penyakitnya jauh lebih ringan dan
tanpa komplikasi (kecuali pada anak dengan daya tahan tubuh yang rendah
misalkan pada keganasan, terapi steroid, HIV/AIDS) bila dibandingkan dengan
pada orang dewasa, bila mengenai ibu hamil juga berbahaya karena dapat
menyebabkan varicella congenital (infeksi varicella bawaan), juga cacat pada
janin. Infeksi pada 5 hari hingga 48 jam menjelang persalinan bisa
menimbulkan infeksi perinatal pada bayi yang 30%nya bisa bersifat fatal.

1. anak divaksinasi pada usia 12-18 bulan atau setidaknya satu kali pada
usia apapun selama belum pernah mengalami cacar air (hingga usia 13 tahun)

2. anak atau dewasa diatas 13 tahun yang belum pernah terkena cacar air
mendapat 2 kali suntikan varicella dengan jarak 4-8 minggu.

3. sama seperti MMR, vaksin varicella diberikan setidaknya 4 minggu sebelum
hamil (semakin jauh semakin aman, jadi ada baiknya 12 minggu sebelum hamil)

Cacar air sebagaimana infeksi virus lainnya selama tidak menimbulkan
komplikasi, tidak memerlukan penanganan khusus. Prinsip penanganan cacar
adalah menjaga agar vesikel/gelembung itu tidak pecah, dan mengurangi rasa
gatal yang bisa menimbulkan garukan sehingga gelembung tersebut pecah.

1. cacar air pada anak bisa tanpa gejala prodromal (gejala awal seperti
demam, sakit kepala, badan linu, gejala infeksi virus lainnya.

2. pada dewasa umumnya disertai gejala prodromal

3. bila terdapat gejala prodromal cukup diberikan parasetamol saja, jangan
diberikan asetosal meskipun pada orang dewasa sekalipun mengingat risiko
timbulnya sindroma reye berupa radang hati dan radang otak berat, dimana
sangat jarang terjadi akan tetapi bila terjadi sangat fatal akibatnya, dan
dapat terjadi sewaktu-waktu.

4. gelembung cacar akan kempes dengan sendirinya, jangan dipecahkan,
gelembung yang pecah dapat menjadi sarang kuman sehingga dapat timbul
infeksi sekunder.

5. untuk menjaga agar tidak pecah maka diberikan bedak yang tujuannya
menahan tegangan permukaan gelembung

6. untuk mengatasi rasa gatal bukan dengan antihistamin, karena pada
dasarnya cacar air bukan alergi, rasa gatal yang hilang karena pemberian
antihistamin bukan karena kerja anthistamin tersebut akan tetapi karena efek
mengantuk yang ditimbulkan dari antihistamin

7. cacar air boleh mandi, bahkan harus untuk membersihkan kuman yang
menempel. Tidak perlu menggunakan PK karena bakteri yang ada cukup diatasi
dengan menggunakan sabun biasa (bukan sabun antiseptik), kecuali bila ada
nanah itu pun bukan mandi tapi dikompres. Bila perlu gunakan sabun cair,
untuk mengurangi gesekan (bila dibandingkan dengan sabun batang)

8. tidak perlu salep asiklovir, virus cacar ada didarah bukan dipermukaan
kulit seperti herpes simplek virus, jadi pemberian salep asiklovir tidak ada
gunanya.

9. tidak perlu antibiotik, kecuali jelas ada infeksi sekunder yang
membutuhkan antibiotik, misalkan pneumonia bakterialis. Kalaupun vesikel
atau gelembung menjadi bernanah cukup dikompres oleh PK dan bial perlu salep
antibiotik.

10. tidak perlu asiklovir minum, cacar sembuh sendiri. Pemberian asiklovir
bertujuan mencegah pelipat gandaan virus. Asiklovir pun efektif hanya dalam
24 jam pertama setelah munculnya ruam cacar. Asiklovir diberikan pada orang
dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah misalkan orang tua, dalam terapi
steroid, dengan HIV AIDS, orang dengan kelainan paru dan kulit kronik.
Pemberian asiklovir pada ibu hamil dengan varicella tanpa komplikasi tidak
dianjurkan mengingat efek pada janin yang belum diketahui.

11. AAP tidak menganjurkan pemberian asiklovir pada infeksi varicella yang
mengenai anak atau bayi sehat.

Leave a Reply