Archive for May, 2007

Promo Susu Formula yang Melanggar Kode Etik

Tuesday, May 22nd, 2007

Berikut ini sharing mbak uci, teman di rumah sebelah. Kembali soal ASI, nggak ada habisnya deh… aku juga pernah tulis sebelumnya tentang hal ini  dan ternyata hal ini nggak boleh lho…

Menurut kode etik internasional,
produsen (melalui lini manapun, termasuk SPG) ngga boleh kontak
langsung (apalagi promosi, minta produknya dipake) dengan ibu hamil dan
ibu dari bayi dan atau balita.

Sila simak di sini:
Brief guide to spotting a violation, http://www.ibfan.org/english/codewatch/monitor02.html
Monitoring the baby feeding industry plus cara-cara pengaduan, http://www.ibfan.org/english/codewatch/monitor01.html#2

(ini replynya mbal lita aku copy juga… gpp ya mbak…)

So, parents, mari lebih tegas pada promosi2 yang menyesatkan ini.

Antara Aku, ASI dan mbak sales

Kira-kira  sebulan setelah melahirkan dd Ija, tau2 telepon di rumah berdering..
“Slamat  siang ibu Lusika, bagaimana persiapan melahirkannya?” suara renyah si mbak penelepon menyapaku.

“Siang, mbak.. saya sudah melahirkan kok mbak.. maju 1 bulan  karna ketuban pecah dini sekarang sudah sebulan usia bayi saya. Maaf ini dari mana,” jawabku gak kalah ramah.
“Wah selamat ya, bu. Bayinya laki-laki atau perempuan? Ini saya Atik dari Lac*****.”

“Bayi saya laki-laki mbak,” sambil kebingungan aku jawab pertanyaan si Mbak  Atik ini sambil bertanya dalam hati darimana dia tahu no teleponku.

“Wahh bayi laki-laki pasti lucu ya bu.. masih menyusui bu?” Tanya Mbak Atik lagi.
Aku jawab masih dan aku bilang kalau aku mau kasih ASI ekslusive saja.

Puji Tuhan si mbak mengiayakan n mendukung kalau ASI itu yang terbaik buat baby, di sela-sela pembicaraan mbak ini tentang kehebatan ASI ternyata si mbak ini juga menyarankan aku untuk minum susu ibu menyusui, “Wah jarang lho bu ada ibu-ibu bekerja yang mau memberikan ASI ekslusive, maka sebaiknya sih ibu minum susu Lac***** khusus ibu menyusui biar ASInya cukup n bergizi.”

“Makasih buat sarannya mbak, saya juga suka susu lebih suka susu sapi murni atau susu kedele… lagian kan semua susu sama saja kasiatnya.. yang penting kan memenuhi kebutuhan kalsiumnya,” aku tolak secara halus sarannya utk memakai produk yang dia tawarkan karna kan memang begitu adanya susu dibutuhkan utuk tubuh guna memenuhi kebutuhan kalsiumnya. Lagian kebutuhan kalsium kan tidak hanya dari susu bisa dari makanan yang kita makan sehari-hari missal dari ikan teri, daging, pisang, tempe, tahu, dll.

Tapi si mbak tetap saja berpromosi katanya,” Ini susu khusus ibu menyusui.. kandungannya juga lain ga hanya kalsium saja..bla..bla..bla.. Dan lagi bu, kalau ibu terus minum susu ini selain kualitas ASInya juga bagu nanti box-nya bisa ditukarkan dengan hadiah2 menarik mulai dari tempat makan baby sampai baby walker.

Dalam hati aku berkata gak tertarik ahhh dengan hadiahnya…lagian kan bisa beli sendiri juga daripada mengharap hadiah, sambil kuucapkan terimakasih untuk penawarannya dan aku minta maaf harus menyudahi teleponnya karena saat itu dd Ija menangis minta disusui.

Sambil menyusui aku berusaha mengingat-ingat kenapa tiba-tiba ada mbak2 sales yang menanyakan aku sudah melahirkan belum bahkan dia juga menyarankan diriku utuk minum susu ibu menyusui Lac*****.

Hmmm ternyata aku ingat sekarang, dulu saat hamil 5 bln aku pernah ikut seminar yg diadakan oleh Lac***** mungkin dia dapat kontakku dari absensi seminar.

3 bulan kemudian saat dd Ijaku mo masuk umur 4 bulan di suatu sore tiba2 ada mbak2 datang ke rumah. Dia memperkenalkan diri dari N***** produsen susu dan makanan baby.
Awalnya dia tanya apa aku masih kasih ASI ke dd Ija,” Bagaimana bu sekarang dd Ija masih ASI atau dengan susu tambahan?”
Aku jawab masih ASI. Trus si mbak Tanya berat badan dd Ija.. aku jawab berat badannya si mbak bilang,” Wah masih kurang ya bu beratnya dd Ija, bisa jadi ASInya gak mencukupi tu.. kan tidak ada salahnya diberi susu tambahan seperti susu Nu****** yang kaya akan gizi terutama lemaknya yang bisa menambah berat badan.”

“Anak saya kan premature mbak lahirnya.. wajar kan berat badannnya klo di bawah  anak yang lahir normal ..lagian perkembangan beratnya juga ok.. di usia ini berat badannya kan sudah lebih dari 2 kali berat lahirnya,” sambil terheran-heran aku jawab pertanyaan si mbak ini.
Lha gimana gak heran dd Ija ndut begitu kok dibilang berat badannya kurang.

“Kalau ibu tidak mau dengan susu tambahan mungkin ibu bisa memberikan makanan pendamping.. bubur ini atau biscuit ini..” sambil memberikan beberapa sample bubur n biscuit baby ke aku.
Langsung aja aku jawab dengan penuh keheranan,”Lho mbak aturan anak boleh makan kan umur 6 bln.. klo di bawah 6 bln kan cukup dengan ASI saja.. kasian mbak pencernaan babynya. Lagian di kemasan makanan itu kan tertulis untuk baby 6 bln?”

Si mbak terus meyakinkan aku klo gak papa baby 4 bln dikasih makanan untuk kasus-kasus tertentu misalnya berat badan kurang walaupun pada kemasan tertulis untuk baby 6 bln.

Aku tetep bertahan dan menolak tawarannya prinsipku cuman satu ASI adalah asupan terbaik untuk baby sampai umur 6 bln

Hmmm heran banget deh knapa bisa begitu ya??
Knapa produsen makanan baby itu gak bijaksana banget sihhh???
Kan aturan WHO MPASI alias makanan pendamping Asi utk baby 6 bln… dulu memang 4 bln udah disarankan MPASI tapi kan penelitian terbari MPASI lebih tepat diberikan umur 6 bln..

Balik ke penawaran si Mbak tadi… gak mempan dengan penawaran susu formula dan biscuit babynya akhirnya si mbak menawariku supaya dd Ija ikut lomba Bayi Sehat M**** n untuk mengikuti lomba yang katanya berhadiah beasiswa jutaan rupiah itu syaratnya kudu memberikan kotak dus pembungkus bubur or biscuit baby tsb.

Walahhhhh … sampai segitunya banget sih menwarkan produk

Kini tepat hari ini 23 Mei 2007dd Ija masuk umur 6 bln… puji Tuhan masih ASI eksklusive…

Baru saja tadi pagi aku kembali ditelpon mbak2 sales yang dulu pernah telepon juga.
Intinya sih si mbak itu mengingatkan dd Ija udah 6 bln.. butuh makanan pendamping dan bliau menawarkan bubur bayi instant yang katanya kaya gizi.
Dan tentu saja lagi-lagi aku tolak karena aku lebih memilih membuatkan makanan sendiri (homemade) utk dd Ijaku, “Makasih ya mbak buat penawarannya… bayi saya akan saya buatkan makanan sendiri saja… lagian ini baru pertama kali bayi makan, saya takut klo anak saya alergi dengan bubur buatan pabrik.. tapi kalu mbak ingin mengirim brosur yang berisi menu makanan bayi akan saya terima dengan senang hati.”
Dengan ramah si mbak menjawab,”Ok bu brosur makanan dan resep makanan bayinya akan saya kirim ke rumah ya.. Terimakasih atas waktunya.”

Btw, aku kok jadi mikir yaaa knapa tuh mbak sales ngotot banget dan terus2an nelpon aku padahal kan udah aku tolak2.
Kesannya kok hanya mengejar target doang tanpa peduliin nasib konsumen…nasib bayi2 tentunya…

Aku jadi mikir gimana ya ibu2 yang kurang informasinya tentang perASIan n tentang pemberian makanan baby .
Namanya orang gak paham kan klo dirayu-rayu n dijanjikan hadiah kan seringnya nerima aja..

So, buat yang punya pengetahuan lebih tentang perASIan n per-bayi-an yukk kita bareng-bareng bagi2 ilmu yuk…

Waspadai Promosi Susu Formula

Monday, May 21st, 2007

Lagi-lagi aku posting soal susu formula. Hhh… gerah soalnya, banyak misleading dari para produsen dan parents taken 4 granted aja, mudah kena pengaruh promosi media. Memang susah mengubah mindset yang selama ini 4 sehat 5 sempurna untuk jadi makan seimbang, even tanpa susu asal kebutuhan kalsium terpenuhi semua anak akan tumbuh dengan baik. Di atas 1 tahun, susu diperlukan hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium yang sebenarnya juga bisa didapat daribahan makanan lain, jadi bukan nutrisi utama. Yan utama adalah asupan makanannya. Hiks… gemes kalo udah ngomong yang kayak gini.

Sebenarnya artikel di bawah ini bicara tentang pemasaran susu formula baby, tapi kalau didiskusikan memang ujung2nya ke sufor usia 1 + juga, gimana nggak, produsennya sama kok. Kalo di bawah 1 tahun ya ASI aja, kenapa harus tambah formula. Cuma sedikit kok seharusnya ibu2 yang ga bisa kasih asi. ASI sedikit bukan masalah, karena ada manajemennya yang bisa dipelajari, yang jelas ASI keluar kan? Kalau anak nggak mau menyusu jangan segera menyimpulkan anaknya mau weaning, siapa tau nursing strike, dan ini harus diatasi. Jadi sufor itu hanya digunakan dalam keadaan sangat darurat… amat sangat darurat, selama asi masih menetes semua bisa diupayakan.

Kasihan bangsa ini, punya cairan emas di tubuh tapi memberi cairan lain yang  kualitasnya jauh di bawah cairan emas itu. Dan ini bukan masalah punya duit atau nggak punya duit. Kalau memang kaya raya, harusnya tetap memberi yang terbaik sama anaknya kan?


Waspadai Promosi Susu Formula

Dewasa ini makin banyak pilihan produk dan merek susu formula untuk bayi berusia
di bawah enam bulan. Meski begitu, sebaiknya orangtua yang memiliki bayi pada
usia tersebut harus ekstra hati-hati saat hendak memutuskan memilih susu
formula.

Sudah sangat sering diulas oleh dokter anak maupun ahli gizi anak bahwa
satu-satunya makanan terbaik untuk bayi berusia 0 hingga 6 bulan adalah air susu
ibu (ASI). Bahkan para ahli sangat menyarankan agar para ibu memberikan ASI
eksklusif atau tak memberi asupan makanan apa pun kepada bayi kecuali ASI selama
enam bulan pertama sejak bayi lahir.

"Sayangnya, pemberian ASI eksklusif ini belum jadi gaya hidup keluarga di
berbagai lapisan masyarakat. Padahal, menyusui merupakan cara terbaik dan paling
ideal dalam pemberian makanan bayi baru lahir dan bagian tak terpisahkan dari
proses reproduksi," kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia DKI Jakarta (IDAI
Jaya) dr Badriul Hegar SpA (K) (Kompas, 1 April 2006).

Ada berbagai macam alasan yang dikemukakan para ibu untuk tidak memberikan ASI
eksklusif, misalnya karena sang ibu bekerja sehingga tidak sempat menyusui bayi
secara teratur. "Saya sengaja memberi susu formula sejak awal, karena nanti
setelah cuti hamilnya habis kan saya enggak bisa memberi ASI secara teratur
lagi," ujar Dewi (31), pialang saham, yang baru saja melahirkan anak pertamanya
sebulan lalu.

Belum terbiasanya masyarakat memberikan ASI eksklusif kepada bayi ini menjadi
celah pemasaran yang bisa dimanfaatkan produsen susu formula. Selain itu, para
produsen juga memberi iming-iming berbagai vitamin dan zat gizi tambahan ke
dalam produk mereka, seperti DHA dan AA, yang sering diklaim dapat membantu
perkembangan otak bayi.

Ada dalam ASI

Menurut dr IG Ayu Pratiwi Surjadi SpA,MARS, anggota Satuan Tugas ASI IDAI Jaya,
DHA (docosahexaenoic acid) dan AA (arachidonic acid/asam arakidonat) memang
sangat dibutuhkan bayi, khususnya dalam dua tahun pertama perkembangannya. "Otak
manusia sebenarnya sudah terbentuk 90 persen saat lahir. Setelah kelahiran
kemudian terjadi mielinisasi dan sinaptogenesis dalam otak," papar dokter yang
akrab dipanggil Tiwi ini.

Proses mielinisasi adalah pembentukan selaput mielin atau selimut serabut saraf
yang membutuhkan laktosa atau zat gula dari susu. Sementara proses
sinaptogenesis adalah proses pembentukan susunan sistem saraf pusat yang
membutuhkan DHA dan AA.

"Namun, zat-zat tersebut baru aktif bila ada enzim yang menyertai. Laktosa baru
aktif dalam proses mielinisasi jika ada enzim laktase yang menyertai, sementara
DHA/AA baru aktif dalam sinaptogenesis saat ada enzim lipase karena DHA/AA pada
dasarnya adalah asam lemak," ungkap Tiwi.

Tiwi menambahkan, baik laktosa maupun DHA/AA hanya hadir lengkap dengan
enzim-enzimnya dalam ASI. "Susu formula jenis apa pun, semahal apa pun, meski
dibuat semirip mungkin dengan ASI, tetap saja tak ada enzimnya. Jadi,
satu-satunya nutrisi terbaik untuk bayi memang hanya ASI," katanya.

Tiwi menambahkan, akibat gencarnya promosi susu formula, banyak anggota
masyarakat yang mengira DHA/AA tak terkandung dalam ASI. "Jadi, tolong tekankan
DHA/AA yang terbaik itu justru ada di dalam ASI. Komponen apa pun yang
dipromosikan ada di dalam susu formula, semuanya sudah ada di ASI," kata Tiwi.

Mitos dan promosi

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir juga mengatakan,
pihaknya sama sekali tidak merekomendasikan pemberian susu formula kepada bayi.

"Susu formula hanya diberikan dalam kondisi-kondisi tertentu yang sangat
darurat. Di luar itu, pemakaian susu formula hanya pemborosan belaka,"
tandasnya.

Husna juga mengungkapkan adanya mitos bahwa bayi sehat adalah bayi yang gemuk.
Sementara bayi yang diberi ASI eksklusif memang cenderung tidak menjadi gemuk.
"Mereka kemudian menambahkan susu formula agar bayinya gemuk. Padahal, bayi
sehat tidak harus gemuk. Itu cuma mitos," ujar Husna.

Husna mengingatkan, kondisi bayi baru lahir masih sangat rentan sehingga harus
ekstra hati-hati saat memberi zat makanan dari luar.

"Klaim-klaim dari produsen bahwa susu formulanya dapat memberi berbagai dampak
positif bagi bayi perlu dipertanyakan lebih lanjut. Misalnya, informasi dosis
atau jumlah yang tepat supaya dampak tersebut akan terjadi. Selama ini banyak
orang merasa aman apabila sudah mengonsumsi susu tersebut karena termakan
promosi," tambah Husna.

Di atas semuanya, ia juga menyarankan agar masyarakat waspada terhadap
penawaran-penawaran susu formula di tempat-tempat pelayanan kesehatan. "Sekarang
ini banyak rumah bersalin yang menawarkan susu formula kepada orangtua bayi yang
baru lahir. Itu sebenarnya melanggar kode etik," katanya.

Kode etik yang dimaksud Husna adalah Kode Internasional Pemasaran Produk
Pengganti ASI (International Code of Marketing of Breast-milk Substitutes) yang
dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1981 lalu.

"Pemasaran produk susu formula untuk bayi berusia di bawah enam bulan seharusnya
diatur secara tegas. Kalau perlu ada pelarangan promosi susu formula di
tempat-tempat pelayanan medis resmi," ujarnya tegas.

Sumber: Kompas

CACAR AIR atau VARICELLA

Thursday, May 10th, 2007

*Tulisan dr Farian Sakinah(diambil dari milis sehat)

Varicella pada anak umumnya perjalanan penyakitnya jauh lebih ringan dan
tanpa komplikasi (kecuali pada anak dengan daya tahan tubuh yang rendah
misalkan pada keganasan, terapi steroid, HIV/AIDS) bila dibandingkan dengan
pada orang dewasa, bila mengenai ibu hamil juga berbahaya karena dapat
menyebabkan varicella congenital (infeksi varicella bawaan), juga cacat pada
janin. Infeksi pada 5 hari hingga 48 jam menjelang persalinan bisa
menimbulkan infeksi perinatal pada bayi yang 30%nya bisa bersifat fatal.

1. anak divaksinasi pada usia 12-18 bulan atau setidaknya satu kali pada
usia apapun selama belum pernah mengalami cacar air (hingga usia 13 tahun)

2. anak atau dewasa diatas 13 tahun yang belum pernah terkena cacar air
mendapat 2 kali suntikan varicella dengan jarak 4-8 minggu.

3. sama seperti MMR, vaksin varicella diberikan setidaknya 4 minggu sebelum
hamil (semakin jauh semakin aman, jadi ada baiknya 12 minggu sebelum hamil)

Cacar air sebagaimana infeksi virus lainnya selama tidak menimbulkan
komplikasi, tidak memerlukan penanganan khusus. Prinsip penanganan cacar
adalah menjaga agar vesikel/gelembung itu tidak pecah, dan mengurangi rasa
gatal yang bisa menimbulkan garukan sehingga gelembung tersebut pecah.

1. cacar air pada anak bisa tanpa gejala prodromal (gejala awal seperti
demam, sakit kepala, badan linu, gejala infeksi virus lainnya.

2. pada dewasa umumnya disertai gejala prodromal

3. bila terdapat gejala prodromal cukup diberikan parasetamol saja, jangan
diberikan asetosal meskipun pada orang dewasa sekalipun mengingat risiko
timbulnya sindroma reye berupa radang hati dan radang otak berat, dimana
sangat jarang terjadi akan tetapi bila terjadi sangat fatal akibatnya, dan
dapat terjadi sewaktu-waktu.

4. gelembung cacar akan kempes dengan sendirinya, jangan dipecahkan,
gelembung yang pecah dapat menjadi sarang kuman sehingga dapat timbul
infeksi sekunder.

5. untuk menjaga agar tidak pecah maka diberikan bedak yang tujuannya
menahan tegangan permukaan gelembung

6. untuk mengatasi rasa gatal bukan dengan antihistamin, karena pada
dasarnya cacar air bukan alergi, rasa gatal yang hilang karena pemberian
antihistamin bukan karena kerja anthistamin tersebut akan tetapi karena efek
mengantuk yang ditimbulkan dari antihistamin

7. cacar air boleh mandi, bahkan harus untuk membersihkan kuman yang
menempel. Tidak perlu menggunakan PK karena bakteri yang ada cukup diatasi
dengan menggunakan sabun biasa (bukan sabun antiseptik), kecuali bila ada
nanah itu pun bukan mandi tapi dikompres. Bila perlu gunakan sabun cair,
untuk mengurangi gesekan (bila dibandingkan dengan sabun batang)

8. tidak perlu salep asiklovir, virus cacar ada didarah bukan dipermukaan
kulit seperti herpes simplek virus, jadi pemberian salep asiklovir tidak ada
gunanya.

9. tidak perlu antibiotik, kecuali jelas ada infeksi sekunder yang
membutuhkan antibiotik, misalkan pneumonia bakterialis. Kalaupun vesikel
atau gelembung menjadi bernanah cukup dikompres oleh PK dan bial perlu salep
antibiotik.

10. tidak perlu asiklovir minum, cacar sembuh sendiri. Pemberian asiklovir
bertujuan mencegah pelipat gandaan virus. Asiklovir pun efektif hanya dalam
24 jam pertama setelah munculnya ruam cacar. Asiklovir diberikan pada orang
dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah misalkan orang tua, dalam terapi
steroid, dengan HIV AIDS, orang dengan kelainan paru dan kulit kronik.
Pemberian asiklovir pada ibu hamil dengan varicella tanpa komplikasi tidak
dianjurkan mengingat efek pada janin yang belum diketahui.

11. AAP tidak menganjurkan pemberian asiklovir pada infeksi varicella yang
mengenai anak atau bayi sehat.

Mari Menjadi Konsumen Medis yang Cerdas

Wednesday, May 9th, 2007

Pernah nggak terima resep dari dokter yang tulisannya rapi atau diketik? Kayaknya jarang ya… seinget aku sih gitu, mungkin juga sekarang udah nggak, tapi terkhir berurusan sama dokter pas hamil Damai hampir 2 tahun lalu sih masih kayak gitu. Ini suka jadi bercandaan waktu kecil, kalo ada yang tulisannya jelek pasti dibilang tulisan dokter, atau berbakat jadi dokter. Emang mesti jelek ya tulisan dokter, biar nggak bisa dibaca pasiennya?

Seperti aku pernah posting soal cara baca resep, sebenernya tulisan resep itu harus sangat jelas dan mudah dimengerti selain oleh petugas apoteker juga oleh pasien. Kenapa? Tentu saja karena pasien berhak tahu apa yang akan dia konsumsi. Selama ini kita terbiasa taken 4 granted apa aja yang disuggest sama dokter, mengingat dokterlah yang punya ilmunya, sementara kita buta sama sekali. Tapi pernah nggak terpikir bahwa dokter juga manusia biasa yang punya kemungkinan lalai, salah, khilaf dll.

Beberapa tahun lalu saya berobat sama dokter langganan keluarga, dari bayi saya udah periksa sama keluarga dokter itu(hampir semua anggota keluarganya dokter). Tau nggak, pas nulis resep lamaaa banget, aku perhatiin kok nulisnya lama2 jadi garis panjang, taunya dia ketiduran, ngantuk banget kali ya praktek di mana2. Untung aja sekarang udah ada pembatasan tempat praktek, yang sebenernya akan lebih bagus lagi kalau pembatasan jumlah pasien(ini belakangan aja bahasnya ya..)

Pernah denger tentang detailer? Ini sebutan untuk sales obat yang suka mendatangi para dokter praktek untuk menawarkan produknya. Menurut cerita beberapa kenalan ayng berprofesi sebagai dokter, mereka diiming-imingi bonus bila dapat ‘menjual’ obat mereka dalam jumlah tertentu. Bahkan katanya ada yang bonus liburan ke eropa. Wah, nggak heran kalau ada dokter yang mati2an memberi obat merek tertentu buat pasiennya. Rujukan untuk tindakan tertentu seperti periksa lab, tes ini itu juga katanya memberi dokter sejumlah komisi, bener nggak ya?

Lepas dari prasangka-prasangka itu, menurut aku memang yang paling baik adalah kita sebagai konsumen yang mesti cukup cerdas untuk mengkritisi segala tindakan medis yang kita terima. Untuk itu kita harus membekali diri dengan pengetahuan medis juga agar tidak salah melangkah atau ‘diarahkan’ ke tempat yang salah.

Berikut ini beberapa hal berkaitan dengan personal medic yang perlu kita kuasai.
1. Kita perlu tahu pasti kondisi yang menuntut kita untuk segera pergi ke dokter. Kondisi kegawatdaruratan itu seperti apa sih? Coba inget2 sedikit ya… apa aj sih gejala yang bikin kita ke dokter? Gejala lho ya, belum tau penyakitnya nih ceritanya… pilek, batuk, panas, muntah, buang2 air? Itu semua gejala yang pada dasarnya masih bisa ditreat di rumah. Berapa lama toleransinya? Wah, panjang nih kalau bahas satu persatu… jalan jalan ke www.mayoclinic.com ya untuklebih lengkapnya. Yang jelas kalau batuk pilek itu self limiting disease karena itu adalah gejala infeksi virus yang akan sembuh sendiri seiring meningkatnya daya tahan tubuh. Jadi batuk pilek itu sebenernya nggak ada obatnya. Panas? Kalau ada batuk pilek, biasanya panas diperlukan untuk melawan virus dalam tubuh. Kalau sampai 72 jam masih panas, singkirkan kemungkinan infeksi saluran kemih dengan memeriksa urin di laboratorium. Jadi kalau belum 72 jam ditreat di rumah aja. Muntah, batuk dan diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan benda asing dalam tubuh, jadi jangan berusaha distop dengan obat2an tapi biarkan saja sambil memperbaiki nutrisi dan banyak minum. Obat2an apapun belum perlu, kecuali panas tinggi bisa diberikan parasetamol.

2. Ketika periksa ke dokter, berkomunikasilah dengan baik dengan dokter. Tanyakan diagnosa penyakitnya, dalam bahasa medis lebih baik agar kita bisa browsing dan mencari tahu lebih lanjut. Akan lebih baik lagi bila sebelum ke dokter kita sudah mencari info mengenai gejala yang kita alami agar bisa berdiskusi dengan dokter.

3 Bila diberi resep, tanyakan dengan detail setiap jenis obat yang diresepkan, apa fungsinya, kandungannya, cara kerjanya, efeksampingnya, reaksinya dengan obat yang lain,kontraindikasinya dst.

4. Selalu minta obat generik. mengapa? Kandungan di dalam obat sama saja, hanya kemasan dan merek yang membuat obat jadi lebihmahal.

5. Jangan pernah mau diberikan atau diresepkan obat dalam bentuk puyer karena hal ini berpotensi polifasmasi. Polifarmasi dalam bentuk puyer ini harus dihindari karena obat bisa bereaksi satu sama lain, dalam pengemasan bisa bereaksi dengan udara dan tidak ditimbang lagi. Pemberian puyer jika terpaksa perlu dilakukan dengan cara2 yang benar, yakni sesaat sebelum diminum baru dihancurkan dan jangan dihancurkan bersama2 dengan obat lain, harus satu persatu.

6. Waspadai pemberian antibiotik. Antibiotik diguakan untuk membunuh bakteri. Ada atau tidaknya bakteri yang perlu dibunuh harus melalui uji laboratorium. Pemberian antibiotik harus sesuai dengan jenis kumannya dan untukitu juga perlu adanya uji lab.

Mari kita hargai dokter yang telah belajar dengan susah payah dengan menjadikannya teman diskusi yang setara. Kita bantu dokter juga untuk menjadi rasional dan mengabdi pada kepentingan pasien dengan tulus.
Kalau mau jajan makanan aja kita rewel, makanan ini isinya apa, bikinnya gimana dst, jajan medis yang berkaitan juga dengan nyawa jgua harus lebih kritis agar kita terhindar dari kesalahan medis yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

(  kayaknya masih mau diedit deh)

Ayo Minum Susu Cair!

Wednesday, May 9th, 2007

Artikel ini ngomongin proses pengolahan susu. Susu apa yang memberikan manfaat maksimal, tentu susu segar. Kalau tinggal deket peternakan enak kali ya… Poinnya sih, bagaimana bakteri jahat yang ada di susu pada mati dengan sedikit mungkin merusak kandungan gizi susu itu sendiri. Susu pasteurisasi dan susu UHT adalah pilihan paling baik. Tapi yang perlu diingat, lihat komposisinya, yang baik adalah kalau komposisinya hanya susu segar, itu artinya murni. Tapi kalau ada pewarna, pemanis dll udah bukan susu murni lagi, dan bahan2 tambahan itu sangat tidak diperlukan tubuh.

Jadi yang udah biasa minum susu manis, ayo belajar minum susu plain, supaya lebih sehat ya…

Sumber : WASPADA Online

Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS

Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan.
Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat
gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat,
lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah
memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel
yang terkandung di dalamnya.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan
bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan
alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat
perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998) . Dalam prakteknya sangat kecil
peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas.
Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam
bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.

Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar
63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh
bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6
derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan
zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya
pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer.
Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang
baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu
susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak
(partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder)

(SNI 01-2970-1999) .

Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan
pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145
derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan
suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik
pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat
dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk
mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti
susu segarnya.

Proses Susu UHT

Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan
pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk
membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik.

Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan
baku, proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair
segar adalah susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam
komposisi gizi. Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca
panen yang terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan
mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan
bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan
menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga
harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di dalamnya
adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi
alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang baru diperah harus
diberli perlakuan dingin termasuk transportasi susu menuju pabrik.

Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT
juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan
menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan.
Seluruh proses dilakukan secara aseptik.

Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik
multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara
sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri
perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk
dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya
sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan
terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akan
tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi
satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses tersebut
secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia
sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar
kesehatan internasional.

Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis menjamin
susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet
dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah
diproduksi.

Keunggulan Susu UHT

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada
susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak
perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari
umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain
itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari
seluruh mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora
sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir
tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan
mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi,
relatif tidak berubah.

Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan
menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu
gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi
susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain
pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu
cair menjadi susu bubuk.

Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen
coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi
pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu
akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama
seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut
menyebabkan menurunnya daya cerna protein.

Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama
juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu
perubahan konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh
manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L.
Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang
ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh.

Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak
kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu.
Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya
mencapai 0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10
persen.

Tip Penggunaan Susu UHT :

1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus
disimpan

pada refrigerator.

2. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di
atas 50

derajat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel

akibat kerusakan protein.

3. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama
yang

umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi

akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba pembusuk

tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba
pembusuk

menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.

4. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam.
Selain

menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga

menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu
menjadi

berflavor dan beraroma masam.

5. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi susu
oleh

bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan
pemecahan

protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan

pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu

menjadi pecah dan agak kental. (sh)

Inisiasi Dini pada Newborn Baby

Tuesday, May 8th, 2007

Udah lama nggak nengokin rumah ini, keasyikan main di rumah baru  http://sisiliapa.multiply.com dan http;//mahadaya.multiply.com. Sekarang lagi iseng2 membangun rumah kuliner sendiri di http;//dapurkenari.blogspot.com, tapi masih acak adul. Kalo mau nengok sih boleh2 aja.

Nah, kali ini mau posting, lagi2 about ASI… ya, di rumah yang satu udah bersliweran dan rata2 udah pada paham soal ini, nah di sini aku posting juga supaya tetangga2 yang masih muda2 dan baru mau punya baby bisa belajar juga. Selamat membaca.

Koran Tempo, Minggu 8 Mei 2007
TAMU

Dr. Utami Roesli, SpA, MBA, CIMI, IBLCC, Dokter Anak Aktivis ASI :

Selama Ini Kita Menzalimi Bayi

Perempuan berkemeja merah menyala itu berjalan tergesa. Jas dokternya melambai
mengimbangi langkahnya menuju ruang praktek di kamar nomor 25. Rabu pagi pekan
silam itu, ruang tunggu Ruang Rawat Jalan Rumah Sakit Sint Carolus sudah
dipenuhi
pasien. Sesekali terdengar celoteh dan tangis para bocah yang pagi itu hendak
berobat
kepada sang dokter. Pagi Utami Roesli, dokter spesialis anak yang sepuluh tahun belakangan giat
mengkampanyekan pemberian air susu ibu eksklusif kepada bayi, dibuka dengan
kesibukan luar biasa. Ia harus melayani pasien kecil dan orang tua mereka,
menerima
tamu¯untuk kepentingan medis atau wawancara¯dan tugas lain sebagai Ketua Sentra
Laktasi Indonesia. Setelah itu, cucu sastrawan besar Marah Roesli ini bergerak
layaknya
putaran jarum jam.

Dalam sepekan, harinya dhabiskan di luar Jakarta. "Paling sering ke daerah untuk
memberi penyuluhan tentang ASI." Ia juga acap terbang ke macanegara untuk
bertemu
dengan koleganya sesama penggerak ASI.

Setahun belakangan, kesibukannya kian bertambah dengan munculnya banyak temuan
baru tentang pemberian ASI kepada bayi yang baru lahir.

Dengan energi yang
seolah
tiada habis, ia terbang kian-kemari mengmpulkan bukti empiris, menghubungi para
koleganya di berbagai negara, dan mengusung temuan-temuan itu kepada masyarakat.
"Macam-macam sambutannya."
Salah satu temuan yang kini tengah giat dikampanyekan para dokter di Eropa dan
Amerika adalah mengenalkan ASI kepada bayi di menit pertama kelahirannya.
Inisiasi
dini, begitu para ahli menyebutnya. Temuan ini mementahkan teori puluhan tahun
bahwa bayi tidak mampu dan tidak butuh menyusu pada menit-menit awal
kelahirannya.
Utami yakin, jika inisiasi dini didukung oleh semua tenaga kesehatan, kematian
21 ribu
bayi sebelum usia 28 hari di Indonesia tak akan terjadi.

Setelah menyapa para pasiennya, yang sudah menunggu, penulis buku laris tentang
terapi pijat bayi ini menerima Budi Saiful Hadi, Nurdin Kalim, Angela Dewi,
serta
fotografer Yosep Arkian dari Tempo di ruang prakteknya yang dipenuhi poster
tentang
kampanye ASI. Diselingi dering telpon di mejanya dan dari dua telepon
selulernya serta
pertanyaan suster yang membantunya, kakak kandung musisi Harry Roesli ini
berksah
panjang tentang inisiasi dini dan perjuangannya "melawan" pemberian susu formula
kepada bayi dibawah usia 6 bulan. Nada suaranya bersemangat. Dengan ramah dan
acap
diselingi tawa, ia menjawab setiap pertanyaan. Berikut ini petikannya.

Bagaimana ceritanya temuan inisiasi dini ini ?
Ceritanya, sekelompok scientist dari Inggris yang tergabung dalam
Departement
for International Development melakukan penelitian terhadap 10.946 bayi sejak
2004.
Pada 30 Maret 2006, mereka menemukan bahwa bayi normal yang langsung diletakkan
di dada ibunya minimal 30 menit, pada usia 20 menit dia akan merangkak sendiri
ke
payudara ibunya. Pada usia 50 menit, dengan susah payah merangkak, dia akan
menemukan puting susu ibunya dan menyusu.


Refleks saja seperti mamalia?


Betul! Kenapa kalau kita melhat hewan mamalia langsung menyusu ke
ibunya
ketika lahir tidak aneh, tapi kalau terjadi pada manusia merasa aneh? Karena
ketidaktahuan kita tentang ASI, itu mengganggu proses kehidupan. Sebab, begitu
lahir,
langsung dipisahkan dengan ibunya. Selama ini kita kan sudah menzalimi bayi.
Kalau
seekor anak macan, ketika lahir tidak mendapatkan sumber kehidupannya, dia akan
mati.

Ini berlawanan dengan paradigma yang sudah kita kenal selama ini?

Ya. Biasanya, di keluarga kita, pada waktu lahir, tali pusar
dipotong, kemudian
dipisahkan dari ibunya untuk ditmbang, dicap, dibersihkan, baru kemudian
dikembalikan lagi kepada ibunya.
Seharusnya, begitu bayi lahir, ketika sudah kering langsung
diletakkan di perut
ibunya. Pada usia 20 menit, tak mudah memang bagi dia untuk merangkak, tapi
ternyata
secara refleks itu bisa.
Biarkan di dada ibu menimal setengah jam. Sampai dia minum sendiri.
Kalau
belum juga minum, biarkan dia mencari sendiri sampai satu jam. Nggak gampang,
tapi
dia berhasil akhirnya. Insting dan dibimbing oleh smell.

Bukankah pada umumnya bayi yang baru lahir tidak butuh menyusu dan
pada
jam-jam awal ASI memang belum keluar?


Keluar atau tidaknya air susu ibunya pada waktu itu bukan masalah.
Tapi berikan
kesempatan bagi dia untuk mulai menyusu sendiri.

Ini temuan yang benar-benar baru?
Tidak juga. Sebenarnya pada tahun 1990 sudah ada penelitian tentang
ini, tapi
tidak terdengar gaungnya. Sampai ada ahli yang meneliti dan sudah dicba di
negara-
negara Skandinavia. Lalu saya diberi kesempatan membuat model dengan bayi
Indonesia. Kami menggunakan bayi di Bantul, Yogyakarta, ang dibantu
kelahirannya oleh
bidan yang sederhana. Dan ternyata telah kami buktikan itu.


Bagaimana penerimaan bidan di Sint Carolus?


Pada awalnya tidak begitu mudah, tapi kebetulan kami diberi
kepercayaan oleh
UNICEF untuk melatih 600 kader. Saya bahkan sudah melakukan kepada cucu sayayang
pertama. Pada saat itu pula saya menyaksikan seorang ayah yang mengumandangkan
azan di dada ibunya. Aduh, rasanya takjub…
( Utami kemudian menunjukkan potongan gambar video di laptop
ASUS-nya. Di
video itu, Raffa sang cucu yang baru lahir, dalam keadaaan telanjang merangkak
dengan
susah payah hingga menemukan puting sang ibu dan mulai menyusui).

Bayinya tidak kedinginan, ya?

Dada ibu yang melahirkan 1 derajat lebih panas daripada dada ibu-ibu
yang tidak
melahirkan. Kalau bayi kedinginan, dia akan otomatis neik 2 derajat Celsius.
Tapi kalau
si bayi kepanasan, turun 1 derajat Celsius. Jadi, jauh lebih bagus daripada
tabung yang
biasa dipergunakan untuk meyimpan bayi pada saat lahir.


Anda juga akan menerapkan inisiasi dini pada bayi Tiara?


Jika Tiara tidak keberatan, saya juga ingin melakukan hal yang sama.
Nanti
rencananya video Tiara ini akan dibawa ke daerah. Supaya orang-orang desa bisa
melihat, oh…orang kota juga menyusui bayinya.
(Tiara Lestari, yang berprofesi sebagai model, adalah menantu kedua
Utami
Roesli. Ia tengah menanti kelahiran bayi pertamanya).

Apa sih manfaat utamanya jika inisiasi ini diterapkan?
Begini, bayi yang diberi kesempatan menyusui dini, akan lebih besar kemungkinan
berhasil menyusu eksklusif hingga usia 6 bulan. Jumlahnya bisa mencapai 59
persen.
Tapi masih sedikit orang yang berbicara.

Baru ada gongnya pada 2006 itu.

Sudah dipublikasikan disini?
Secara luas belum. Saya ini apalah, tidak mungkin menguasai
seluruhnya. Tapi
setidaknya di kalangan komunitas Sentra Laktasi Indonesia sudah dikenalkan soal
itu
sampai ke daerah tempat saya memberi pelatihan. Kami gencarkan pada pekan ASI
Dunia, 1-7 Agustus nanti. Di Banda Aceh, saya sounding melalu agama, melalui Al-
Qur’an. Sebab, lebih efektif, meski tetap saja kalah oleh promosi-promosi susu
formula.

Sudah mengantisipasi penolakan dari kalangan medis dan orang tua
mengingat
ini merubah paradigma?

Terus terang saja, ini bukan ide saya. The world has been done this.
Cuma, saya
yang pertama menerima informasi ini. Sangat disayangkan jika orang tidak banyak
tahu
soal ini. Indonesia sebenarnya tidak sendiri. Dari 190 negara di dunia, hanya
33 negara
yang tahu inisiasi menyusui dini yang benar. Di dunia, dalam setahun 4 juta
(bayi) yang
meninggal. Andaikata semua tenaga kesehatan atau penolong bayi memberi
kesempatan
menyusui dini, 1 juta bayi di dunia ini terselamatkan.

Apakah ini juga berlaku bagi bayi yang tidak normal?

Berapa persen sib bayi yang lahir dengan berat rendah? Itu
presentasenya kecil.
Kenapa kita tidak mengkonsentrasikan diri pada jumlah yang besar saja ? Pada
bayi yang
(lahir) caesar pun bisa dilakukan. Tapi memang teorinya 50 persen yang akan
berhasil,
hanya ibunya harus percaya diri. Dan sang ayah juga harus tahu.

Berarti harus ada posisi tawar yang kuat pada orang tua untuk
meminta tenaga
kesehatan melakukan inisiasi dini pada bayi?

Kalau s ibu sudah tersadarkan dan meminta itu, si bidan pasti akan
mencari tahu
bagaimana sih inisiasi menyusui dini yang benar? Di Indonesia, disangkanya
inisiasi dini
menyusui seperti ini : setelah dibersihkan dan dibedong lalu diberikan kepada
ibunya.
Saya pun masih melakukannya sebelum satu tahun lalu.

Obat bius tidak terpengaruh?

Kenapa bicara itu, prematur, kenapa tidak bicara yang lebih besar?
Dan dengan
ini pun kita meng-encorage- jangan ada obat-obatan.

Paradigma yang "biasa" itu kan sudah lama, berarti ada kesalahan
dong selama
ini?
Sebenarnya, masalahnya who owned sekarang, proses penyadaran para
ahli
kebidanan dan penolong kelahiran bayi, karena dokter anak pada saat kelahiran
itu
jarang dipanggil. Tapi kenapa nggak kita yang sadar duluan? Tapi alhamdulillah,
beberapa waktu yang lalu saya berbicara di Tangerang dengan para bidan. Mereka
betul-
betul terpukau karena ketidaktahuan, jadi tidak benar-benar karena kesengajaan
kesalahan. Karena informasi yang belum sampai saja. Kita nggak pernah terpikir
bahwa
bayi berumur 20 menit bisa menyusu sendiri.


Ini perang terang-terangan terhadap susu formula?

Kan sekarang masih
terjadi
rumah sakit memberi susu formula di hari-hari pertama kelahiran bayi karena ASI
yang
belum keluar dan bayi yang tidak bisa meyusui?
Tidak hanya di Indonesia, di Amerika saja kuat promosi susu formula.
Karena
mereka orang kaya, siapa tidak mau? Tapi itu karena mereka tidak tahu. Pernah
seorang
bidan sampai menangis mengetahui ini. Dia mengembailkan susu formula. Ini yang
kita
inginkan. Selain kesehatan, yang ingin kami kerjakan adalah knocking nurani.

Selama ini kesannya kan sudah memasyarakat, telanjur pakai susu
formula?

Tidak ada telanjur, karena itu kita harus mencoba agar tidak
telanjur. Di
Skandinavia, Kanada, Finlandia, dan Swiss, tidak ada cuti ibu atau ayah
melahirkan, tapi
justru mereka cuti orang tua. Selama 12 bulan, 80 persen gajinya dipakai untuk
itu.
Syaratnya cuma dua, ibu harus empat bulan pertama, ayah dua bulannya, enam
bulan
emudian tergantung. Kalau gaji ibu lebih besar, ibu bekerja, dan ayahnya yang
di rumah.

Di Indonesia susah mewujudkan hal seperti itu…
Saya tidak memikirkan itu, tapi kalau anak-anak kalian, cucu kalian
tidak
dilengkapi ASI, mau jadi apa ? Mereka jauh lebih kaya, dukungan terhadap ilmu
begitu
besar, sekarang anak-anak itu akan memiliki EQ yang lebih besar daripada
anak-anak
kita. Spiritualitas yang lebi tinggi. Lalu daya saing anak Indonesia apa kalau
tidak dikasih
ASI? Dua puluh lima tahun lagi, kita habis, sekarang saja sudah kalah oleh
malaysia.
Sebab, orang barat sekarang mulai menyusui. Dukungan ayah itu begitu besar,
meski hal
itu baru mereka sadari November 2003, dengan mendirikan Global Initiative Father
Support : satu kelompok para ayah. Padahal di kita (umat Islam) ada Al-Qur’an
yang
sudah meyatakan pentingnya hal itu ( Al-Baqarah ayat 233). Ketika anak
dilahirkan,
harus ada musyawarah. Dengan demikian, kegagalan menyusui aalah kegagalan
ayahnya. Begitu pula dengan kebrhasilannya.

Efek secara medis lainnya?
Anak-anak yang menyusu kepada ibu itu tidak hanya lebih sehat, lebih
pandai,
tapi lebih saleh dan salehah. Karena adanya RNA dan DNA (pembawa sifat) yang
diberikan ibu. Maka sekarang ini, karena tahu urgensinya, orang yang mengadopsi
anak
mengejar supaya bisa menyusui juga.

Kembali ke susu formula, bagaimana dengan anak usia 1 tahun yang
justru tidak
mau dikasih susu formula?

Itu justru bukan masalah. Pernah melihat nggak anak macan yang sudah
mencicipi segala macam kembali menyusu? Tidak. Anak sapi saja kalau sudah besar
tidak
mau menyusu kepada induknya. Kok, malah (susunya) dipakai untuk anak manusia?

Bukankah minum susu seumur hidup selama ini digembar-gemborkan?
Manusia juga mempunyai taraf umur tertentu untuk mendapatkan susu.
Masalahnya, kita terprogram dengan empat sehat lima sempurna. Susu sumber
protein.Padahal, anak di atas 3 tahun tidak perlu minum susu. Bukan tidak
boleh. Karena
bisa dari tahu, tempe, ikan, telur, dan keju. Mendingan dikasih tahu, juga
lebih murah.
Nggak ada pengaruhnya sama sekali. Bahkan pada mamalia di atas 3 tahun, enzim
untuk menyerap protein dari susu sedikit. Kita telah di brain-minded oleh
pabrik susu,
entah sejak kapan.

Selama ini sukarnya pemberian ASI kan karena ibu harus kembali
bekerja?
Itu bukan masalah besar juga. Di Cina, seorang ibu insinyur begitu
aktif sehingga
harus sering ke luar kota. Tapi dia menyimpan di lemari es ASI perasannya.
Sebab, ASI
itu memenuhi keseimbangan supply and demmand. Dikeluarkan 1.000 mililiter, ya,
berproduksi lagi 1.000 ml.

Lalu kalau ASI berhenti sama sekali kenapa ?
ASI sangat berpengaruh pada pikiran. Ketika si Ibu merasa ASI-nya
sedikit, yang
keluar sedikit. Ataupun pada saat berhenti. Disitu peran ayah. Di saat pikiran
ibu
terganggu, ayah berperan.

Tapi permasalahan fasilitas agar bisa menyusu ?
Itu sekarang yang jadi masalah, kantor-kantor harus menyiapkan. Harus
didorong agar kantor-kantor mempunyai fasilitas itu.

Bagaimana dengan dukungan pemerintah ?
Pemerintah itu hanya banyak omong, bahkan katanya ada yang bilang
akan
dibuat undang-undang. Tapi kok sekarang diam lagi? Tapi sudahlah, biarkan mereka
melakukan apa yang bisa dilakukan.

Bagaimana dengan upaya Ibu sendiri ?

Saya tahun ini alhamdulillah sudah diberi kesempatan luar biasa. Di
UNICEF, Care.
Bahkan bersyukur bisa mengajar kader-kader. Sampai begitu berkesan.

Capek nggak,Bu ?
Kalau lillahita’ala, tdak ada kata capek. Saya kadang ketika bangun
pagi bingung,
saya ada di mana, ya? Tapi itulah, saya ini di depan Tuhan mungkin ibarat ikut
MLM
(multilevel marketing). Kaki-kaki saya sudah banyak dan itu menambah poin buat
saya.

Kalau dilihat-lihat, Anda ini seperti melawan arus ya? Sama seperti
adik Anda..
.
(Utami tertawa berderai) ya, kita semua melawan arus. Tapi, dari
semua saudara
saya, cuma Harry itulah yang jadi seniman, sisanya dokter seperti saya. Jadi
nyentrik-nya
sudah disedot dia semua