Tubuh Damai Mulai Dapat Ujian

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Akhirnya Damai kenalan juga sama virus.
Hmm, seminggu kemarin hidungnya meler terus. Segala senjata aku
siapkan. Balsam transpulmin, tetes hidung breathy, nasal aspirator
dan teko listrik untuk merebus air. Di samping itu semua yang
terpenting adalah   mengingatkan bapak dan mamak bahwa cold dan flu
adalah bagian dari proses belajarnya daya tahan tubuh anak. Ternyata
mereka sangat terbuka, bahkan bapak bilang bahwa ini hal biasa, Damai
kan baru sekali ini dan itu hal yang wajar. Ahh… leganya aku, tidak
harus berdebat. Rupanya informasi dan sharing pengetahuan sejak aku
hamil tentang kesehatan anak cukup mereka pahami. Dan aku makin sadar
kalau dulu aku pusing sedikit diajak ke dokter pasti karena mereka
sangat sayang padaku, hanya tidak cukup memiliki pengetahuan mengenai
tata laksana yang tepat bila anak sakit.

Awalnya aku agak tidak terima, kok ASI
eksklusif bisa kena pilek. Tapi aku sadar, sehari seebelumnya Damai
kami ajak ke mal dan banyak yang dia pegang dan cium. Uh… sakti
juga virusnya. Padahal selama ini mbahnya sudah tiga kali pilek Damai
tidak pernah tertular. Yah… ternyata Damai memang harus segera
belajar, hehehe… supaya makin kuat badannya.

Melernya Damai tidak lama, bahkan
nyaris tidak rewel. Itu kuncinya, asal behaviornya masih oke, orang
tua tidak perlu panik. ASI memang cihuy..!

Panas, pilek, batuk adalah hal yang
sangat biasa dialami anak-anak dan sebagian besar disebabkan oleh
infeksi virus, yang mana virus ini hanya dapat dikalahkan oleh daya
tahan tubuh. Jadi, tentu tidak ada obatnya.

Cukup minum ASI yang banyak(karena
Damai maih ASI eksklusif), cukup istirahat dan buat kondisi yang
humid di dalam kamar. Puji Tuhan, semua bisa dilewati dengan baik
oleh Damai dan tentu papa mamanya. Sama  sekali nggak khawatir tuh
(hehe… khawatir juga sih ada tetangga yang cerewet kasih komentar
soal anak sakit kok didiemin… padahal nggak didiemin kan?)

Setelah ini aku masih harus banyak
belajar agar lebih rasional dan bijaksana. Mudah-mudahan Damai selalu
sehat.

Leave a Reply