Sang Mahadaya

Ada yang terlewat diceritakan di sini, yaitu tentang MAHADAYA.

Sang Mahadaya begitu aku suka menyebut Damaiku. Wujud harapan kami, papa
mamanya yang berharap ia bisa memiliki banyak kemampuan yang berguna bagi
orang lain.

Marcella adalah seorang bangsawan yang akhirnya wafat sebagai martir yang
telah melayani banyak orang yang miskin dan melarat. Ia pun dianugerahi gelar
santa. Begitulah harapan untuk Damai, menjadi pribadi yang rela melayani
sesama dengan segala talenta yang dimilikinya.

Maharani… ini nama pilihan papanya Damai, Sang Putri, katanya, ingin agar
Damai menjadi perempuan yang anggun seperti seorang putri dan berwibawa
seperti bangsawan.

Damai.. papanya juga yang pilih nama ini, representasi dari perasaan kami
berdua karena saling menemukan dan memutuskan untuk hidup bersama. Tujuan
hidup kami yang utama… hidup damai…

Gayatri… nama ini aku yang pilih, asal katanya adalah gayee di bahasa sansekerta
yang artinya bernyanyi, sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dari hidupku.
Damai sudah menemani mamanya bernyanyi sejak dalam kandungan. Aku berharap
dengan nyanyiannya, Damai akan menggembirakan banyak orang di sekitarnya dan
tentu saja akhirnya membawa kedamaian…

 

2 Responses to “Sang Mahadaya”

  1. tha miss u Says:

    bu lia…
    kayaknya saya liat di foto damai lucu banget deh…
    heuheuheuheu….
    selamat ya bu…
    kapan nih adeknya damai nyusul??
    hehhehhe…

  2. Sisilia Says:

    Mudah2an nggak cepat2 ya nyusulnya, biar damai lepas balita dulu ya…

Leave a Reply