Produsen Susu

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Hari Jumat yang lalu aku dapat telpon
dari produsen susu. Yang bicara seorang perempuan. Pertama ia tanya
kabar Damai, sudah bisa apa dan sebagainya. Ia pun bertanya Damai
minum susu tambahan apa. Dengan bangga, aku katakan ASI saja yang
diminum Damai. Nampaknya ia berusaha mengatakan bahwa bekerja bisa
menjadi alasan memberikan susu tambahan, namun aku segera memotong
dengan tegas, bahwa hanya ASI yang paling baik dan aku tidak
kesulitan untuk memerah sepanjang aku di kantor. Akhirnya ia menyerah
dan beralih ke hal lain.

Selanjutnya ia tanya kabarku dan
tentunya apa kau masih minum susu produksi perusahaannya. Susu yang
dimaksud adalah susu untuk ibu menyusui sebagai kelanjutan susu ibu
hamil yang  dulu pernah aku konsumsi hingga usia kandungan enam
bulan.

Aku katakan aku tidak lagi minum susu
itu karena terlalu manis dan aku merasa kebutuhan giziku telah cukup
dengan makan seimbang. Ia pun bertanya aku minum susu apa. Kujawab,”
Susu segar!” Ia hampir saja mendongeng tentang AA dan DHA kalau
saja tidak aku potong dengan mengatakan kalau AA dan DHA itu sendiri
telah dibuat secara alami dan susu hanya memenuhi kebutuhan
kalsiumku.

Selanjutnya ia tidak banyak bicara dan
segera menyelesaikan pembicaraan.

Ah, seandainya dari dulu aku bisa
bersikap tegas seperti ini, pasti telepon2 itu sudah berhenti. Kalau
saja aku masih lemah dan masih berpura2 minum susunya hanya karena
tidak tega untuk berargumentasi dengan kenyataan yang sebenarnya, aku
pasti akan ditelpon lagi untu promosi susu formula lanjutan dan
sebagainya.

Sebagai seorang karyawan, itu memang
pekerjaannya, menawarkan produk dan menjaga konsumen tetap pada
keputusan semula untuk mengkonsumsi produk itu. Namun di sisi lain
ada pengetahuan yang disampaikan secara tidak benar dan menyesatkan.
Entah apa yang terjadi kalau yang menerima telepon itu adalah
orang-orang yang belum terbuka matanya seperti aku waktu hamil dulu.
Mengkonsumsi susu ibu hamil itu bukan suatu kewajiban dan
kekhawatiran anak akan kekurangan zat gizi yang bisa mengganggu
pertumbuhannya pun harus disingkirkan seandainya kita makan seimbang
menurut piramida makanan. Makan seimbang inilah yang menjamin
kebutuhan gizi ibu dan bayi. Susu diperlukan untuk kebutuhan kalsium
ibu dan bayi. Kalau hanya demikian maka susu segar rasa tawar lah
yang paling tepat karena tambahan rasa manis yang ada pada susu ibu
hamil bisa jadi tidak mendukung keadaan ibu. Belum lagi proses
perubahan susu cair menjadi bubuk sedikit banyak telah mengurangi zat
gizi yang baik yang ada di dalam susu.

Bagaimana ya sebenarnya pengetahuan si
karyawan perusahaan itu. Seandainya ia tahu yang sebenarnya, apakah
ia tega “menyesatkan” konsumen, dan kalau belum tahu, sungguh
sayang ya, karena pasti di perusahaan itu ada dokter ahli gizinya…

Rumit memang kalau bicara kesehatan
berkaitan dengan bisnis

2 Responses to “Produsen Susu”

  1. Eva Says:

    sisillll..
    gw setuju banget dengan lo, ASI adalah yang terbaik buat bayi.
    3 mgg lalu gw ngadain seminar ASI, bagus banget deh…jd pengen cepat2 punya bayi hehehhe…
    sori gw lupa ngundang elo..sometimes kalo ada lagi, gw pasti kasih tau

  2. Sisilia Says:

    Waa… beruntung lo Va, udah menyadari sebelum punya bayi. Banyak lho yang menyesal karena terlambat dapat pengetahuan berharga ini. Buat semua, ayo jadi juru kampanye ASI! Meski ga tmpil di TV seperti Ibu negara, kita bagi pengetahuan buat orang di sekitar kita,OK?!

Leave a Reply