Breastfeeding family
Hari ini adalah hari terakhir masa ASI eksklusifnya Damai, artinya mulai besok Damai sudah berkenalan dengan solid food walaupun masih sedikit. Sungguh lega rasanya berhasil melewati enam bulan pertama ini. Setidaknya, sebagian kecil upaya untuk memberikan yang terbaik untuk bidadariku sudah kulakukan. Kerja keras masih belum selesai, masih sangat panjang untuk bisa membawa Damai menjadi anak yang sehat dan cerdas serta sesuai dengan harapan keluarga terutama aku dan papanya.
Hingga enam bulan ke depan, aku masih harus bekerja keras mempertahankan produksi ASI, karena masih merupakan makanan yang utama untuk Damai. Dengan semangat dari orang-orang di sekitarku, aku yakin bisa melewatinya nanti.
Hari ini, aku hendak berbagi tentang pemberian ASI eksklusif untuk Damai yang bukan saja melibatkan papanya, tapi juga kedua orang tuaku, mbah kung dan mbah putrinya Damai.
Sungguh aku merasa sangat beruntung memiliki mereka semua di sekitarku. Cita-cita memberikan ASI eksklusif dapat kuwujudkan hingga saat ini. produksi Asi yang naik turun sempat kualami, namun dengan dukungan mereka plus milis sehat, semua kembali lancar.
Ibu dan bapakku tidak berpendidikan tinggi, namun mereka sangat terbuka terhadap pengetahuan baru yang terus berkembang. Mereka menyadari bahwa zaman sudah berubah dan makin maju, maka aku tidak mendapatkan halangan dalam menyampaikan niatku memberikan ASI ekslusif bagi Damai, bahkan untuk pemberian makanan padat, mereka tidak mengintervensi sama sekali, bahkan membantu aku dengan support yang tidak terhingga.
Seminggu sebelum masuk kembali ke kantor setelah cuti melahirkan, aku menabung stok Asi di freezer. Waktu itu aku hitung baik-baik jangan sampai kurang. hari pertama aku masuk, Damai minum sekitar 300cc (5 X 60 cc). Hasil perahan di kantor awalnya sekitar 350 cc. Aku lega, karena masih cukup, ditambah hasil perahan malam.
Setiap malam aku memindahkan kira-kira 6 botol kaca ke refrigerator sehingga ASI mencair. keesokan harinya bapak atau ibuku menurunkan satu-persatu saat Damai ingin minum. Awalnya masih suka dihangatkan, namun belakangan, karena jarak minumnya Damai sudah terpola, ASI diturunkan kira-kira 1 jam sebelum Damai minum, sehingga tidak perlu dipanaskan lagi.
Yang selalu rajin mengambilkan susu adalah bapakku, dan ibuku yang memberikan pada Damai. Dari hari ke hari, damai minum makin banyak, sementara perahanku justru berkurang. Stok ASI sebanyak 42 botol kaca, berkurang sedikit demi sedikit hingga menjadi 12 botol saja.
Aku berusaha tidak patah semangat, perah terus walau hanya keluar 5 cc. Entah mengapa, saat sedang sedikit itu, Damai pun minum sedikit, sehingga aku kembali bisa mengumpulkan sampai 28 botol di lemari es. Saat ini, keadaan mulai aman, kataku. tapi aku tetap harus kerja keras, karena aku sama sekali tidak berminat dengan susu formula.
Bapak dan ibuku sungguh memberi dukungan dan bantuan yang tidak terhingga besarnya. Mereka bisa dengan bangga mengatakan bahwa Damai hanya minum ASI saja sampai 6 bulan kalau ada yang bertanya Damai makan apa sampai begitu gemuk.
Anjuran untuk segera memberi makan pun tidak mereka hiraukan. Ah, sungguh aku beruntung memiliki mereka… Terima kasih ya mbah…
Dan seseorang yang menjadi pendukung terbaik adalah Mas Fredy, papanya Damai.
Sejak awal ia mendukung aku. Ketika ia kasihan melihatku menangis di awal meyusui karena luka di putingku, ia menghormati keputusanku untuk tetap menyusui. Ia rela bangun tengah malam untuk menemaniku memerah, memijatku, mengambilkan minum dan perlengkapan lain yang kubutuhkan. Ia juga mau mencuci botol-botol susu, bahkan merebusnya. Kalaupun mengantuk berat, ia hanya mengatakan,”Mama, papa temani sambil bobo ya…” Aku tentu tak keberatan karena aku tahu pasti ia sangat lelah.
Ia selalu mengatakan, enam bulan itu tidak lama dan tidak akan terasa. Ia juga selalu bilang kalau aku pasti bisa melakukannya. Dan ia benar, aku berhasil melewatinya.
Ah, sungguh beruntungnya aku memilikinya di sampingku. Terima kasih papa… the best breastfeeding father…
Hari-hari menjelang MPASI pun tidak lagi membuatku khawatir karena aku memiliki mereka, yang terbaik….