Belajar Dari Masalah Kulitnya Damai
Seminggu libur kemarin aku belajar banyak hal dari masalah kulit yang dialami Damai.
Awalnya ku lihat di bahu kiri damai ada gelambung berair sepeti tersundut rokok. Aku pikir itu bagian dari biang keringat karena hawa panas yang menyengat(ah, bersyukur sudah mulai gerimis…) jadi tidak kuapa-apakan, hanya sering mengelap keringat Damai. Beberapa hari kemudian gelembung itu pecah. Kupikir sudah selesai persoalan, ternyata jumat malam aku lihat leher bagian belakang muncul 3 gelembung besar-besar. Wah, aku langsung berniat bawa Damai ke dokter esok harinya. Malam itu di kepalaku berkecamuk antara membawa Damai ke dokter atau tidak. Aku ragu karena sepertinya ini masalh kulit biasa dan Damai sama sekali nggak rewel atau panas, tapi kok bisa tambah banyak tiba2.
Besoknya aku putuskan untuk nggak ke dokter karena aku takut Damai dikasih obat macam-macam yang gak perlu sementara aku belum browsing dan cari tahu tentang masalah kulit itu. Aku telpon bidan yang kasih imunisasi simultan buat damai pas enam bulan kemarin. Katanya itu infeksi virus dan perlu dipecah lalu dioles lactacyd dan diberi salep antibiotik setelah mandi. Aku kok jadi tambah ragu, kalau virus kenapa salepnya AB?
Aku pergi ke warnet dan browsing di mayoclinic, nggak terlalu tepat, sepertinya, tapi dari gambar yang ada sepertinya yang itu semacam biang keringat yang menjadi gelembung berisi air. Jadi tidak serius dan tidak perlu treatment apa2 cukup dibersihkan dan selalu kering. Selanjutnya aku cari tahu tentang lactacyd. Dari sebuah milis aku nemu tanggapan seorang dokter tentang lactacyd :
Lactacyd itu bukan anti
bakteri. Lactacyd itu adalah suatu asam lactat dalam bentuk cairan maupun
sabun, yang berguna untuk menurunkan ph (keasaman kulit), sehingga
memungkinkan bakteri yang sehat (flora normal) untuk tumbuh dengan
optimal. Dengan adanya flora normal yang tumbuh optimal, maka kulit secara
tidak langsung sulit untuk ditembus oleh kuman kuman yang patogen
(berbahaya).
Sabun yang kita gunakan, itu
ada yang mengandung alkali (membuat ph naik), memang ini penting untuk
membersihkan kotoran tapi tidak menguntungkan untuk flora normal. Demikian
juga detergen, banyak mengandung alkali.
Karena nama dokter itu familiar, aku jadi berani mutusin pake lactacyd itu. Tapi bisa jadi aku yang salah ambil kesimpulan karena mungkin masalahnya berbeda. (dan sekarang makin yakin kalo aku terburu2 menyimpulkan)
Hari senin, aku chat dengan dr Ian, katanya yang dialami Damai itu namanya Impetigo. Cukup mandi pakai pk yang dibuat warna pink kemudian gelambung yang sudah dipecahkan itu dioles salep betadine. Kalau sudah kering tidak perlu lagi diapa-apakan.
Menurutnya ini treatment paling aman. Lactacyd itu isinya kuman baik, tapi pertahanan kulit bayi masih lemah, jadi nambahin kuman ke kulit, sementara pk berwarna pink itu sama dengan antiseptik ringan. Nah, walaupun sebabnya infeksi bakteri, karena ringan maka tidak perlu salep AB golongan keras seperti Chloramfecort-H yang sempat aku pakein dua kali.
Untuk salep AB yang mengandung steroid ini ini, kalau dipakai terus bisa menyebabkan rusaknya pertahanan kulit dan membuat bayi gampang kena infeksi.
Untunglah hari senin aku sudah masuk kantor, jadi aku bisa browsing dan bertanya ke dr Ian. Malamnya aku lihat semuanya sudah kering, jadi hari ini Damai tidak lagi pakai pk dan salepnya. Ah, leganya…
Sungguh nggak mudah ya berpikir rasional dan nggak panik. Aku bisa mengerti sekarang bagaimana para orang tua yang anaknya demam, batuk, pilek berhari hari menjadi bingung dan buru-buru mau ke dokter. Walaupun sudah sadar tata laksananya kalau berhari-hari nggak sembuh dengan treatment sendiri pasti jadi khawatir. Ah… mudah-mudahan masalah kulit yang sebenarnya sederhana ini cukup menyiapkan aku kalau aku dipercaya dapat masalah kesehatan selanjutnya(mudah-mudahan nggak lah ya….).
Jadi, kali ini aku belajar tentang macam-macam penyakit kulit(karena browse macam2…) dan tentu saja menjadi orang tua yang lebih bijaksana dan rasional.