Ah, Damai….

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Kemarin setibanya di kantor aku telpon
ke rumah. Betapa sedihnya aku karena Damai nggak mau minum susu.
Walaupun akhirnya mau, kemarin Damai minum nggak sampai 350 cc selama
aku di kantor.

Pulang kantor aku mampir ke giant untuk
beli susu (ini buat papa mamanya lho…Damaiku kan Asi Eksklusif).
Sampai di rumah aku lihat damai sedang digendong pakai kain, nggak
biasanya… Mbah bilang Damai nangis terus. Aku segera mandi dan
nggak berani kelihatan Damai dulu sebelum siap dan merasa bersih.
Sayangnya, Damaiku tidur ketika aku selesai. Menurut cerita mbah,
seharian rewel terus. Sepertinya Damai sehat-sehat aja, lalu kenapa
ya… aku menunggui sambil bertanya-tanya(dan agak sedih karena
maunya datang bisa menyusui sebelum Damai tidur).

Kesimpulan sementara sih karena aku
libur 2 hari jadinya Damai udah biasa minum dari mamanya, jadi kayak
waktu mulai simulasi ditinggal kerja.

Ternyata nggak sampai setengah jam
Damai bangun, hehe… mungkin karena aku ciumin terus kali ya…
Seperti biasa, matanya yang polos melihat ke kanan dan ke kiri…
hup, dia lihat mamanya! Langsung aku sapa dan aku tawari minum
langsung dari sumbernya. Nggak seperti biasa yang selalu
dimain-mainkan dulu, Damai langsung lahap hap! Hiks, bidadariku
beneran kangen mamanya. Oiya, mungkin karena mbah kung nggak sempet
ngliling juga
kali ya seharian. Ah, senangnya, Damai minum sampai puas lalu aku
bawa ke rumah.

Di tempat tidur
Damai masih main2 dan bercanda. Aku bacakan cerita dan Damai mulai
ngantuk… lalu bobo! Pinternya anak mama…

Semalaman Damai
minum 4 kali(termasuk pagi jam 4… biasanya max 3 kali).

Agak deg2an
meninggalkan Damai di rumah hari ini.
Puji Tuhan… tadi aku telpon
rumah, dan Damaiku udah seperti biasa. Bahkan mbahkung sempat telpon
nanya aku mau ngobrol sama Damai nggak. Damai lagi teriak2 girang di
rumah.

Ah, Damai …

sayang… mama
kangen nih…

Leave a Reply