Archive for August, 2006

aduuh… Produksi ASI-ku menurun niih…

Wednesday, August 16th, 2006

Sudah dua hari ini aku merasa produksi
ASI-ku tidak sebanyak biasanya. Kemarin-kemarin aku bisa dapat
150-250 cc sekali perah, jadi kalau 3 kali sehari minimal aku bawa
500 cc ke rumah. Tapi kemarin tiga kali perah aku dapat nggak sampai
400 cc, mungkin hanya sekitar 350 cc. Lebih parah lagi, malamnya
setelah Damai tidur aku merah lagi dan hanya dapat sekitar 10 cc. Jam
4 pagi aku merah lagi dan juga hanya dapat 15-an cc. Apa yang salah ya
denganku….

 

Hari ini aku datang ke kantor lebih
pagi dan berniat lebih sering memerah. Sampai jam satu tadi aku sudah
3 kali merah, pertama dapat 100, kedua 75 dan ketiga 70. Sedikit
sekali …

 

Agak kepikiran, tapi aku tahu si
‘oksitosin’ kan nggak bisa dibohongi jadi kalau aku panik bisa tambah
nggk keluar nanti. Sekarang berusaha relax, toh besok libur dan masih
ada stock 30 botol di kulkas(@80-100 cc).

 

Sekarang aku minum lebih banyak dan
berusaha lebih tekun pas merah… demi Damai… Mudah-mudahan besok
kalau masuk kantor sudah bisa lebih banyak keluarnya. Untung ada
temen2 milis sehat yang pernah berbagi, jadi aku optimis akan ok lagi
produksinya.

Ah, Damai….

Tuesday, August 15th, 2006

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Kemarin setibanya di kantor aku telpon
ke rumah. Betapa sedihnya aku karena Damai nggak mau minum susu.
Walaupun akhirnya mau, kemarin Damai minum nggak sampai 350 cc selama
aku di kantor.

Pulang kantor aku mampir ke giant untuk
beli susu (ini buat papa mamanya lho…Damaiku kan Asi Eksklusif).
Sampai di rumah aku lihat damai sedang digendong pakai kain, nggak
biasanya… Mbah bilang Damai nangis terus. Aku segera mandi dan
nggak berani kelihatan Damai dulu sebelum siap dan merasa bersih.
Sayangnya, Damaiku tidur ketika aku selesai. Menurut cerita mbah,
seharian rewel terus. Sepertinya Damai sehat-sehat aja, lalu kenapa
ya… aku menunggui sambil bertanya-tanya(dan agak sedih karena
maunya datang bisa menyusui sebelum Damai tidur).

Kesimpulan sementara sih karena aku
libur 2 hari jadinya Damai udah biasa minum dari mamanya, jadi kayak
waktu mulai simulasi ditinggal kerja.

Ternyata nggak sampai setengah jam
Damai bangun, hehe… mungkin karena aku ciumin terus kali ya…
Seperti biasa, matanya yang polos melihat ke kanan dan ke kiri…
hup, dia lihat mamanya! Langsung aku sapa dan aku tawari minum
langsung dari sumbernya. Nggak seperti biasa yang selalu
dimain-mainkan dulu, Damai langsung lahap hap! Hiks, bidadariku
beneran kangen mamanya. Oiya, mungkin karena mbah kung nggak sempet
ngliling juga
kali ya seharian. Ah, senangnya, Damai minum sampai puas lalu aku
bawa ke rumah.

Di tempat tidur
Damai masih main2 dan bercanda. Aku bacakan cerita dan Damai mulai
ngantuk… lalu bobo! Pinternya anak mama…

Semalaman Damai
minum 4 kali(termasuk pagi jam 4… biasanya max 3 kali).

Agak deg2an
meninggalkan Damai di rumah hari ini.
Puji Tuhan… tadi aku telpon
rumah, dan Damaiku udah seperti biasa. Bahkan mbahkung sempat telpon
nanya aku mau ngobrol sama Damai nggak. Damai lagi teriak2 girang di
rumah.

Ah, Damai …

sayang… mama
kangen nih…

Damaiku Makin Pinter nih

Friday, August 4th, 2006

Senangnya jadi mama… hari ke hari selalu ada yang baru. Damai makin pintar. Sudah bisa tidur sendiri sekarang, tidak pakai di pok2 lagi atau dinyanyikan. Aku belajar  juga lho tentang hal ini. Agak telat sadarnya, kalau di web sehat ada artikel tentang tidur bayi yang sangat berguna. Aku mulai jalankan ritual tidur yang kemarin2 belum terlalu teratur. Kalau aku sampai rumah biasanya Damai mulai mengantuk. Setelah aku mandi, aku menyusui Damai sampai puas. Aku usahakan nggak tertidur dulu, kan masih kangen. Jadi aku mainin tangannya dan aku tatap matanya. Biasanya dia langsung senyum sambil tetap minum. Duh, bahagianya… Setelah Damai puas minum, aku buka pakaiannya lalu aku lap tubuhnya dengan waslap hangat. Damai girang sekali lho… dia pikir mandi lagi kali ya… Damai memang suka mandi, bahkan ditatur di kamar mandi aja dia suka kan setelah itu dibasuh pakai air. Setelah dikeringkan dikeringkan aku pakaikan baju yang baru. Tak lupa aku bersihkan mulut dan gusinya dengan kasa steril basah yang aku lilitkan di jariku. Damai senang sekali lho sambil pura2 gigit dan tertawa. Setelah itu aku berbaring di sampingnya dan bacakan cerita untuknya. Damai pasti langsung ikut cerita sambil memperhatikan gambar di buku cerita. Lucunya… aku jadi tertawa sendiri karenanya. Selesai baca cerita aku cium Damai ucapin selamat tidur. Kalau masih belum tidur aku taruh kardus bergambar nando(nama ini diberikan papanya buat gambar anak kecil di kardus nasi tim-nya rizki-tetangga depan rumah-).  Dia pasti akan ngobrol grendengan sama si nando itu dan lama-lama tidur.  Kalau tengah malam, Damai bangun, aku suka dengerin dulu krusak-kruseknya, dia mau bangun atau tidur lagi. Kalau haus atau lapar baru aku menyusui. Mau belajar nih, biar tidurnya pulas sampai pagi. Nah, tadi malam Damai nggak bangun. Baru jam 4 Damai haus dan nggak tidur lagi sampai pindah ke rumah mbah jam setengah 6. Tak lama, Damaiku tidur lagi sampai dibangunkan saat jam mandi pagi. Ah… Damai… mama senang Damai makin pintar….