Aku menjadi Mama!

Sejak awal aku tahu kalau hamil, aku sudah bertekad ingin melahirkan normal seorang anak sehat yang beratnya jangan sampai 3 kg. Waktu itu aku takut bayiku terlalu besar dan sulit lahir normal. Aku jaga makan, sedikit sekali makan manis, sedapat mungkin tidak makan bervetsin(walau kalau jajan tidak mungkin), sayur-buah-susu jadi favorit. Jenis kelamin? terhegemoni dengan dugaan banyak orang jadi ingin laki2 ( ingin seperti delon, charles bonar sirait arau pierce brosnan, Hah??). Hasil usg bilang perempuan, jadi kami siapkan 2 nama saja.

Kehamilanku tidak terlalu merepotkan, cuma biduran tiap malam, agak pusing dan mual tanpa muntah dan ngidam. Aku berhenti latihan nyanyi dan baru mulai lagi di usia kehamilan 6 bulan. Aku ingin bisa nyanyi malam paskah dulu baru melahirkan(kok ngatur ya?).

Puji Tuhan semua diatur olehNya dengan sangat sempurna. Aku nyanyi bersama vox populi dimalam paskah meski dengan perut kencang dan badan makin pegal2. Aku tidak tahu mulasnya akan seperti apa, jadi malamnya aku masih nekat makan2 di tempat Mas Mayan hingga jam 2 pagi. Hari minggu paskah itu aku masih pergi ke pasar karena ingin masak soto. Malamnya aku merasa mulas tapi tidak sakit. Mas Fredy tersayang mencoba memperhatikan frekwensinya. Pukul 2 pagi mulasnya sudah 5 menit sekali dan kami memutuskan pergi ke bidan. Sampai di sana ternyata aku belum bukaan. Kami putuskan untuk kembali ke rumah dan menunggu tanda2 berikutnya. sampai pagi aku tidak tidur disertai rasa mulas. Mas Fredy sudah siap berangkat kerja atas permintaanku karena kupikir aku masih akan melahirkan malam hari. Untungnya ia tidak tega dan tetap disampingku sambil mengajak bercanda. Walau sakit sekali, aku masih mau tertawa.

Karena takut tidak bisa jalan, kami memutuskan ke bidan lagi pukul setengah tiga siang. Aku sudah bukaan lima. setelah jalan-jalan setengah jam, bidan bilang sudah bisa lahir. Ketubanku rasanya dipecahkan, lalu aku diminta miring ke kiri lalu ke kanan. Di sini, kesakitan makin terasa. Untuk menguranginya, kubayangkan saja aku jadi mama yang menggendong bayi. Sebelum mas Fredy sempat masuk ke dalam, putri kecil kami terlahir dengan berat 2,9 kg dan panjang 47cm. Di hari Senin 17 April 2006, pukul 16.21 WIB, aku menjadi Mama.

Aku masih dijahit ketika si kecilku melihat papanya. Nama Marcella Maharani Damai Gayatri pun menjadi miliknya. Doa kami mengiringi hadirnya ke bumi. Putri kecil kami… biarlah ia menjadi pembawa damai.

5 Responses to “Aku menjadi Mama!”

  1. Lala Says:

    Welcome to the motherhood ya Sil….
    Semoga Damai sehat selalu…:)

  2. Marini Says:

    Aawwww she’s soooo sweeeeeet… Sil!
    Welcome to the world baby Marcella Maharani Damai Gayatri… Enjoy and conqeur the world.. *kisses*

  3. Verena Says:

    hai cicillll!!!
    selamat ya…
    ga kebayang kamu sekarang dah punya cicil junior.
    you are now celebrating a birth day! yeepee…
    semoga kalian bertiga selalu diberkahi dengan kesehatan dan cinta.
    jadi panggilannya apa?

  4. Valen Says:

    wahhh selamat yah silllll…..mudah-mudahan jadi anak yg baik berbakti pada Tuhan and agamanya….amien

  5. Ivoni Says:

    hii bu.

    congrats on your new baby :D

Leave a Reply